loading...
» » Pekerjaan Tarik Kapal di Gaji 18 Juta Perbulan

loading...

Luasnya wilayah perairan dan kelautan Indonesia ternyata belum dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Sebab, seluruh potensi yang ada di sektor kelautan belum dimanfaatkan secara penuh.

"Nilai tambah di sisi kelautan masih sangat kecil," ujar Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Kewirausahaan Kementerian Koordinator Perekonomian Edy Putra Irawady dalam dialog 'Prospek Ekonomi Maritim di Mata Pemimpin Nasional Mendatang' di Jakarta, Kamis dilansir merdeka (20/3).

Edy mengatakan, kondisi tersebut diperparah dengan belum tersedianya sumber daya manusia yang terampil di sektor kelautan. Bahkan, menurut dia, Indonesia harus mengimpor tenaga kerja yang beroperasi di pelabuhan.

"Kita harus bayar tenaga kerja luar negeri dengan gaji USD 1.600 per bulan (sekitar Rp 18,2 juta) hanya untuk menarik tali kapal ke pelabuhan, karena dia sudah punya sertifikat," ungkap Edy.

Selain itu, pemanfaatan teknologi di bidang kelautan juga belum dilakukan secara optimal. Lebih lanjut Edy menjelaskan, minimnya infrastruktur juga menjadi penyebab belum optimalnya nilai tambah sektor kelautan.

"Sedikit sekali infrastruktur yang menghubungkan bukan hanya antar pulau, tetapi juga kawasan pesisir," ucapnya.

loading...
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama