loading...
» » » » » Film JAKARTA HATI, Kegelisahan Hati Jakarta

loading...

Melintasihiburan: Resensi film JAKARTA HATI mengisahkan kehidupan ibu kota Indonesia yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian, menyimpan sejuta kisah. Padatnya aktivitas warganya sangat dipengaruhi oleh kondisi kota. Salman Aristomenangkap dan merangkum kegelisahan penghuni jantung ibukota ini.

Lewat kisah-kisah yang sederhana, Salman yang bertindak sebagai penulis skenario dan sutradara memposisikan diri sebagai orang ketiga yang hanya bisa menerka tanpa mengetahui jalan keluar yang pasti dari cerita tersebut.

Di tengah hiruk pikuk kecepatan roda kemajuan, Jakarta menjadi begitu trengginas. Kejernihan hati tergilas. Jakarta pun menjadi kota yang lebih keras dari batu. Kisah-kisah dalam film ini mencoba membuat sketsa akan pencarian hati itu. Jakarta Hati tak hanya membidik percintaan melankonis antar dua pemuda. Film yang mulai tayang 8 November ini terdiri dari lima kisah yang akan bergerak secara berkesinambungan tanpa terhubung ceritanya satu sama lain.

Sinopsis film tentang JAKARTA HATI:

Kekuatan film ini terletak pada skenario. Sangat bisa dipahami karena Salman memang lebih dulu akrab dengan dunia kepenulisan dibanding penyutradaraan. Salman mencoba menangkap tempat-tempat yang menjadi identitas kota Jakarta. Salman juga berhasil mencari persoalan-persoalan yang yang dihadapi masyarakat Jakarta. Selain itu percakapan juga dimunculkan dengan berbagai gaya untuk menggambarkan kemajemukan masyarakat Jakarta, mulai dari kalangan elit, Betawi, Arab, sampai Tionghoa.

Salman tidak memberi ketegasan untuk semua cerita film. Ini membuat cerita melebar karena penonton sibuk dengan kemungkinan yang muncul dari setiap adegan. Karena semua pemain harus bertutur sebagai penjaga alur cerita, maka di beberapa titik aliran cerita film ini terasa lama dan membosankan. Ditambah dengan minimnya musik sebagai pelengkap suasana.

Perkara akting, bagian casting nampaknya sangat hati-hati dalam mencari pemeran setiap tokoh. Hasilnya masing-masing peran digambarkan dengan maksimal. Namun, urusan tata busana maupun make up tampak keteteran sehingga tampak mengganggu perann. Contohnya Andhika Pratama sebagai polisi muda tampil dengan rambut disisir ke samping menutup dahi rasanya masih terlalu rapi.

Cuplikan film JAKARTA HATI Trailer


(sumber:kapanlagi)

loading...
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama