loading...
» » » Fakta Super Junior (Suju) Boy Band Korea

loading...

fakta super junior
Fakta Super Junior Fenomena Unik Boy Band Korea - Konser Super Junior ini tercatat sebagai konser terheboh di Jakarta pada kuartal pertama 2012 ini. Para penggemar rela antre sehari sebelum pre sale tiket konser tersebut. Dan langsung ludes sekitar 20.000 tiket untuk dua hari pertunjukan. Lantaran banyak penonton yang kecewa karena tidak kebagian tiket, penyelenggara menambah satu hari jadwal petunjukan.

Walhasil konser Super Show 4 milik Super Junior ini tercatat dalam rekor konser terlama di Indonesia, yakni selama tiga hari berturut-turut.

Super Junior, sering disebut sebagai SJ atau SuJu, adalah boyband dari Seoul, Korea Selatan, hasil bentukan SM Entertainment pada 2005. Awal terbentuk, Super Junior total beranggotakan 13 orang, yang kemudian menjadi boyband terbesar di dunia. Mereka terdiri dari Leeteuk (leader), Heechul, Han Geng, Yesung, Kang-in, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon , Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun.

Lihat :  Biodata Super Junior Lengkap 

Di Asia nama grup ini sangat terkenal, termasuk di Indonesia yang penggemarnya mayoritas kaum Hawa, karena para personelnya ganteng dan begitu elegan dan energik saat tampil dalam sebuah konser.

Super Junior terbentuk dari hasil sebuah kerja keras industri musik dan hiburan. Sejak terbentuk pada 2005, mereka dipersiapkan dengan matang selama enam tahun.

Dalam masa itu pula mereka berlatih vokal, kemampuan bermusik, gerak tari, akting, dan sejumlah hal lainnya yang terkait dengan kebutuhan sebuah industri hiburan. Enam tahun kemudian, atau setelah dianggap matang, kehadiran mereka baru dirilis ke hadapan publik.

Seluruh keunggulan dan pemahaman akan sebuah pentas berkualitas mereka hadirkan dalam pentas bertajuk Super Show ke sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

Kehadiran mereka ini termasuk dalam gelombang besar Korean Wave (Demam Korea), atau Hallyu. Istilah ini mengacu pada tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia, yang ditandai dengan banyaknya orang di negara tersebut mempelajari bahasa dan budaya Korea.

Gelombang ini dimulai dari Cina pada 1990-an. Peredaran sejumlah drama Korea merupakan penyebab dari berawalnya Hallyu di berbagai negara, seperti di Taiwan dan Jepang, lalu merembet ke Indonesia.

Sebuah stasiun televisi di Indonesia mempelopori pemutaran drama Endless Love (Autumn in My Heart), pada 2005, lalu disusul Endless Love, Winter Sonata, Love Story from Harvard, Glass Shoes, Stairway to Heaven, All In, Hotelier, Memories in Bali, dan Sorry I Love You.

Dalam sejumlah drama itu, musik pop Korea, atau yang biasa di sebuat K-Pop, hadir sebagai soundtrack, dan kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dalam Korean Wave di berbagai negara.

Saat ini, sudah banyak artis dan kelompok musik pop Korea menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Termasuk di antaranya adalah boyband Super Junior, yang juga sekaligus menjadi jawaban atas kritik selama ini bahwa boyband hanya bermodalkan tampang, minim kemampuan musikalitas, dan tidak pernah bertahan lama.

Korean Pop menjadi bukti bahwa penggunaan bahasa bukanlah halangan untuk mendunia. Lihatlah lirik dua lagu Super junior di atas. Meski sulit dilafalkan dan dimengerti artinya, namun lantaran nadanya enak didengar dan tampilannya enak dilihat, maka ada saja sejumlah anggota masyarakat tertarik mempelajarinya. Paling tidak mereka menghapal lirik lagu tersebut mati-matian, agar tidak mati gaya saat konser berlangsung.

Dalam sajian konser Super Show 4, terlihat ada kerja sama yang kuat antara sejumlah industri terkait hiburan untuk menghasilkan karya yang mudah diterima masyarakat. Terasa pula ada kerja keras di balik suguhan konser tadi.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Kapan bakal terjadi Indonesian Wave di sejumlah negara tetangga? Kapan pula musik Indonesia menjadi terkenal dengan istilah I-Pop?

Drama televisi di Indonesia sudah tidak terhitung lagi jumlah angka produksinya. Dalam drama itu pula, lagu-bagu milik band atau artis Indonesia kerap menjadi soundtrack. Lantas kenapa sulit dipasarkan ke seluruh negara tetangga?

Usut punya usut, ternyata saat sinetron Indonesia mulai banyak penontonnya, industri ini mencari jalan pintas. Caranya, mereka menjiplak banyak naskah drama televisi dari sejumlah negara tetangga, seperti Thailand, Taiwan, dan juga Korea. Meski tak sedikit pula merupakan karya asli dari penulis naskah di dalam negeri.

Naskah drama negara tetangga tersebut diterjemahkan oleh para penulis yang tidak mempunyai tanggung jawab, lalu disesuaikan dengan kondisi terkini di Indonesia.

Celakanya lagi, jika ternyata drama tersebut sukses, alias mendapat rating tinggi, maka jalan cerita bisa berkembang menjadi liar. Seorang tokoh cerita yang sudah mati karena masuk mobilnya jurang, tiba-tiba bisa hidup kembali.

Drama seperti ini dikenal sebagai sinetron kejar tayang. Artinya, cerita bisa terus berkembang selama rating masih tinggi, dan bisa dipaksakan untuk berhenti karena ratingnya sudah jeblok.

Kalau Anda misalnya menjadi produser televisi di negara tetangga, apakah Anda berani membeli hak siar drama seperti ini? Sebuah drama yang awalnya dari hasil contekan, lalu tidak pula diketahui kapan ceritanya akan berakhir.

Begitu pula ketika para boyband dan girlband di Indonesia tumbuh menjamur. Kehadiran mereka hanya sekadar memanfaatkan momentum berkembangnya K-Pop, bukan hasil dari tempaan selama enam tahun seperti yang terjadi pada Super Junior.

Industri kreatif Indonesia harusnya mulai percaya diri dengan menghasilkan karya orisinal yang kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan sebelum di rilis ke hadapan publik. Media pun harus memberi tempat untuk karya orisinal seperti ini. Seperti televisi, misalnya, harusnya sudah tidak perlu lagi sampai harus berulang kali menayangkan ulang berbagai film asing.

Begitu pula industri impresariat yang tengah menjamur di Tanah Air. Jangan hanya sibuk mengeduk keuntungan dengan mendatangkan artis luar negeri dengan memanfaatkan produsen rokok yang sedang kebingungan menghabiskan biaya promosi.

loading...
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama