loading...
» » » Bocah SD Korban Trafficking Dihargai Rp 160 ribu

loading...

Bocah SD Korban Trafficking
Masih ingat siswa SD asal Desa Sapu Lante, Kecamatan Paserpan, Pasuruan. Sebut saja namanya Ina. Karena ayah angkatnya bertahun-tahun menganggur, Ina dijual ke wisma pelacuran. Parahnya, siswa kelas 6 SD ini hanya dijual Rp 160 ribu ke pelanggan.

Ternyata, sebelum dijual ke wisma Sumiati di kawasan Tretes, Ina sempat dipekerjakan ayah angkatnya, Mat Rai (40) ke Kalimantan Tengah sebagai pekerja seks komersial.

Karena terkena razia rutin, Ina dikembalikan ke Surabaya. Namun bejatnya, Mat Rai tidak menerima dan merawat Ina dengan baik. Pria pengangguran itu justru memintai duit Rp 6 juta kemudian menyetubuhi anak angkatnya itu lebih dari satu kali.

Karena tak punya uang, benak Mat Rai pun muncul ide laknat. Ia berniat menjual Ina ke wisma pelacuran di Moro Seneng Surabaya. Tapi Ina tidak diterima sebab masih dibawah umur.

Tak hilang akal, Mat Rai kemudian menemui kenalannya Sumiati. Perempuan pemilik wisma di kawasan Tretes ini pun menerima Ina dengan tangan terbuka.

Bahkan, Sumiati menjual Ina dengan harga yang cukup murah. Ina menawarkan Ina ke pelanggan dengan harga Rp 160 ribu.

"Saya nggak tahu kalau dia (Ina) masih di bawah umur. Ya saya jual Rp 160 ribu," kata Sumiati saat digelandang di Mapolda Jatim, Jumat (4/5/2012).

Menurut data yang berhasil dihimpun, Ina kala itu sempat dijaga ketat oleh germo dan mucikari di wisma tersebut. Ina pun harus tinggal selama kurang lebih 3 bulan dan melayani nafsu belasan pria hidung belang.

Namun, suatu ketika Ina usai melayani salah satu om-om, Ina nekat kabur dari wisma. Bocah perempuan ini langsung melapor ke Polsek Prigen, Pasuruan.

Kasus ini pun langsung diambil alih Ditreskrimum unit III Trafficking Polda Jatim. Sumiati dan Mat Rai pun langsung dibekuk. Keduanya masing-masing dijerat UU RI No 21 Tahun 2007 tentang masalah trafficking dan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Keduanya kena ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," tutur Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Drs Hilman Thayib.sumber:detik

loading...
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama