Todd Sudah berhubungan Seks Dengan Ratusan Wanita di Bali

Jumat, 06 Juni 2014

Pengakuan dari Todd Gisondi yang disiarkan oleh stasiun televisi Channel 7 Australia, membuat heboh publik negeri itu.

Dalam tayangan perdana reality show di Channel 7 dengan judul `What Really Happens in Bali` (Apa yang Benar-benar Terjadi di Bali),

Todd mengaku bahwa dirinya sudah berhubungan seks dengan lebih 100 wanita selama tinggal empat bulan di Bali.

Todd, 25, berasal dari Newcastle, Negara Bagian New South Wales (Australia).

Namun, ia kemudian `kabur` dari kota itu ke Bali setelah berpisah dengan cewek yang telah 7 tahun berpacaran dengannya.

Sebagaimana ditulis Daily Mail, dalam tayangan TV itu Todd mengatakan, ia telah meniduri lebih dari 100 perempuan sejak kepindahannya ke Bali empat bulan lalu.
Ia mengklaim tidak pernah semalam pun pulang ke rumah tanpa membawa seorang cewek.

Bahkan, dalam satu malam ia bisa tidur dengan tiga cewek.

“Saya selalu pulang ke rumah dengan seseorang,” katanya.

Dalam episode yang ditayangkan Channel 7 pada Selasa (3/6) itu, terlihat Todd baru saja menerima surat elektronik (email) dari sang ibu.

Alih-alih mengecam tindakan putranya itu, sang ibu malah menilai kelakuan anaknya wajar.

Ibunya bahkan turut membuat iklan untuk mempromosikan putranya sebagai gigolo.

"Ibu saya tahu, apabila Toddie bosan, maka saya akan mencari perempuan atau menghamili seorang perempuan," kata Todd.

Sang ibu tiri, Karen Gisondi, memang mendukung ulah anaknya itu, kendati Todd banyak dikecam setelah tayangan ‘What Really Happens in Bali` itu mengudara.

Disebutkan bahwa sang ibu menginginkan Todd mendapat bayaran dari kliennya sebesar 100 dolar untuk layanan selama 1 jam.

“Ibuku sedikit khawatir terhadap Toddy yang berharga ini. Jadi, ia bilang `kamu tidur dengan semua perempuan ini, bagaimana kalau kamu mulai dibayar untuk itu Toddy?’” kata Todd, menirukan ucapan ibunya.

“Perempuan-perempuan yang membutuhkan pendamping saat di Bali, saya adalah seorang Australia keturunan Italia, usia 25 tahun dan sekarang tinggal di Bali,” demikian pesan sang ibu, seperti sebuah promosi untuk Todd.

Todd mengatakan, para wanita menelan begitu saja apa yang ia katakan, karena Todd menilai dirinya cakep.

Menurut Daily Mail, di Bali Todd menjalankan surf charter serta juga bermain untuk sebuah tim rugby lokal.
Ia pergi ke Bali sekitar sebulan setelah down akibat putus dari pacarnya.

“Saya datang ke Bali hanya dengan seragam rugby-ku. Saya sempat merasa seperti idiot selama 24 jam berikutnya, karena saya berjalan keliling Bali dengan seragam bola, tapi ya ini ternyata perubahan terbaik yang saya lakukan,” katanya.

Ada dua cara utama Todd untuk menggaet cewek-cewek, yakni berjalan-jalan di pantai (biasanya Kuta) dengan anjingnya yang bernama Titto atau nongkrong di sebuah kafe di kawasan Kuta.

Todd mengaku hanya membidik cewek-cewek turis asing, sama sekali tak menyasar cewek lokal atau warga asing yang tinggal di Bali.

Ia menggunakan anjingnya itu untuk basa-basi saat berkenalan dengan cewek.

Todd juga menyebut dirinya sebagai seorang rapper. Ketika beraksi di panggung, ia menggunakan nama The Prince.

Channel 7 banyak menerima kecaman dari publik usai menayangkan episode perdana program bertajuk `What Really Happens in Bali` tersebut.

Dalam tayangan itu juga terlihat Todd mendatangi satu rumah sakit di Bali untuk melakukan pengecekan penyakit menular seksual seperti HIV, herpes, atau sifilis.

Dia kemudian menjelaskan aktivitas seksualnya kepada dokter yang memeriksanya.

Ketika ditanya dokter apakah dia menggunakan kondom saat berhubungan intim, Todd mengaku tidak pernah.

"Mungkin sekali pernah, tapi kemudian saya lepaskan," ujar dia. Ajaibnya, menurut hasil medis, Todd tidak terinfeksi penyakit apa pun.

Sedot Lebih 1 Juta Penonton

Dalam episode perdana tayangan tentang kehidupan Todd Gisondi (25) di Bali yang bertajuk `What Really Happens in Bali, acara yang dipandu oleh komedian Corinne Grant, program itu ditonton lebih dari satu juta orang.

Kendati meraih rating tinggi untuk jumlah pemirsa, namun program tersebut dikecam oleh banyak warga Australia. Mereka merasa prihatin dan kecewa akan perilaku warga mereka sendiri di Pulau Bali.

"Anda seharusnya malu, Channel 7. Saat saya berkunjung ke Bali, kami tidak bersikap begitu. Ini benar-benar program sampah! Bali adalah tempat yang indah dan warganya harus kita hormati," tulis Cathy Mitchell di akun Facebook, mengomentari program itu.

Sementara warga Australia lainnya, Kylie Atkinson melalui akun Twitter-nya menulis, apabila ada program semacam itu, maka masalahnya tidak terletak di Pulau Bali.

"Permasalahan ada di kami, warga Australia, yang seharusnya perlu menghormati warga setempat dan bertindak dengan penuh tanggungjawab. Warga Bali merupakan penduduk yang ramah dan Bali adalah tempat yang indah," tulis Atkinson.

Bahkan, kritik turut disampaikan oleh editor harian Sydney Morning Herald, Anthony Dennis.

Menurut dia, hanya dalam sekali tayang, Channel 7 dianggap sukses menampilkan karakter warga Australia yang hilang kendali di Bali.

Mulai dari mabuk, bertindak tidak senonoh, dan mengkonsumsi narkoba.

"Untuk sebuah negara yang kerap menyatakan rasa cintanya kepada Bali, warga Australia memiliki cara yang unik untuk menunjukkannya," tulis Dennis.

Dia bahkan meminta warga Australia untuk berhenti menimpakan kesalahan ke Pulau Bali, apabila mereka dapat bertindak demikian.

Otoritas pariwisata Indonesia, tulis Dennis, sebenarnya sudah kesal dengan perilaku warga Australia yang justru dapat mencemari citra positif Bali.

"Namun, warga Indonesia terlalu sopan untuk menunjukkan kemarahan mereka kepada publik. Tolong tunjukkan rasa hormat terhadap kebudayaan dan warga Bali yang unik," lanjut Dennis.

Warga Australia, tulis Dennis, seharusnya membantu menunjukkan hal itu, apabila Bali masih dinilai kurang sempurna sebagai tempat tujuan wisata (sumber)
Jumat, Juni 06, 2014 | 0 komentar | Read More

10 Sinetron Indonesia yang Dinilai tak Layak Ditonton

Minggu, 01 Juni 2014

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merilis 10 judul sinetron dan FTV yang tidak layak tonton pekan lalu. Sepuluh judul sinetron tersebut ditayangkan di enam stasiun televisi. Yakni, SCTV, RCTI, Antv, Indosiar, MNC TV, dan Trans TV.

Judul-judul sinetron tersebut adalah Ayah Mengapa Aku Berbeda (RCTI), Pashmina Aisha (RCTI), ABG Jadi Manten (SCTV), Ganteng-Ganteng Serigala (SCTV), Diam-Diam Suka (SCTV), Sinema Indonesia (ANTV), Sinema Akhir Pekan (Antv), Sinema Pagi (Indosiar), Bioskop Indonesia Premier (Trans TV), dan Sinema Utama Keluarga (MNC TV).

Ada beberapa alasan sinetron dan FTV tersebut tidak layak tayang. Di antaranya, menayangkan tindakan bullying di sekolah, kekerasan fisik, verbal, konflik rumah tangga, perselingkuhan, serta menampilkan kehidupan bebas remaja. KPI sudah melakukan pertemuan dengan stasiun-stasiun televisi terkait untuk membahas masalah tersebut.

Hal itu diungkapkan Direktur Program dan Produksi RCTI Endah Hari Utari kepada Jawa Pos Senin (26/5). "KPI sudah mengundang semua stasiun televisi untuk memberikan masukan-masukan atas teguran mereka," kata perempuan yang akrab disapa Uut itu.

Mengenai program sinetron RCTI yang masuk dalam daftar tersebut, yakni Ayah Mengapa Aku Berbeda dan Pashmina Aisha, Uut mengaku sudah mengevaluasi secara internal setiap hari.

"Sebelum KPI mengeluarkan teguran, kami melakukan upaya untuk mengeliminasi. Menjaga agar tayangannya sesuai dengan pedoman penyiaran. Sebelum ada pihak lain yang notice, kami notice duluan," terangnya.

Langkah konkret pihaknya adalah berkoordinasi dengan production house yang memproduksi sinetron-sinetron kejar tayang tersebut.

Nah, Senin lalu, RCTI merilis dua sinetron kejar tayang baru berjudul Siti Bling Bling dan Bintang di Langit. Pemeran utamanya adalah El dan Bastian eks Coboy Junior. Ceritanya mengenai kehidupan remaja yang dibumbui percintaan. Siti Bling Bling menggantikan Ayah Mengapa Aku Berbeda yang masa tayangnya sudah habis.

"Dua sinetron baru ini aman. Kami sudah memperhatikan hal-hal yang disampaikan. Banyak perbaikan supaya tontonan ini nyaman dilihat. Televisi kan media publik. Harus kita jaga," tegasnya.

Soal adegan percintaan, dia menegaskan bahwa adegan tersebut tidak salah. "Yang tidak boleh itu memberikan adegan yang "terlalu". Berlebihannya itu yang tidak boleh. Di dalam Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) juga ada pembatasan untuk hal-hal yang terlalu," lanjutnya.

RCTI beberapa waktu lalu juga sempat bermasalah dengan sinetron Kau Yang Berasal Dari Bintang yang dibintangi Nikita Willy dan Morgan Oey. Oleh SBS Korea, sinetron tersebut dianggap plagiat drama serial Man from The Stars. Sebab, SBS belum memberikan izin hak tayang.

Ketika ditanya perkembangan kasus sinetron itu setelah RCTI bertemu SBS, Uut belum mau membeberkan hasilnya. "Yang jelas, kami sedang menyiapkan untuk (sinetron) itu. Pokoknya bakal lebih keren. Tunggu saja nanti," ungkapnya. (sumber:jpnn)

Sepuluh Sinetron Itu Adalah:

RCTI
Ayah Mengapa Aku Berbeda
Pashmina Aisha

SCTV
ABG Jadi Manten
Ganteng-Ganteng Serigala
Diam-Diam Suka

AnTV
Sinema Indonesia
Sinema Akhir Pekan

Indosiar
Sinema Pagi

TransTV
Bioskop Indonesia Premier

MNCTV
Sinema Utama Keluarga
Minggu, Juni 01, 2014 | 0 komentar | Read More

Lagunya Peringkat Pertama, Artis Cantik ini Unggah Foto Telanjang Dirinya!

Selasa, 13 Mei 2014

Kerja kerasa Rita Ora dalam mempromosikan single terbarunya berbuah manis. Setelah menjalani waktu beberapa pekan, lagunya yang berjudul ‘I Will Never Let You Down’ tersebut akhirnya bertengger di puncak tangga lagu Vodafone 40 pada akhir pekan lalu.

Untuk merayakan kesuksesannya tersebut, Rita pun mengadakan sebuah ‘syukuran’ yang ia lakukan sendiri dengan mengungga sebuah foto di akun Instagramnya. Bukan sekedar foto biasa, di foto tersebut Rita berani tampil telanjang!

Yap, meski Rita tidak telanjang seluruh badan, posenya yang membelakangi kamera menunjukan punggungnya yang dituliskan angka ‘1’ berwarna merah terlihat sangat seksi. Belum lagi dengan bagian payudaranya yang menyembul di balik punggungnya tersebut.

“#iwillneverletyoudown it's because of you!! BOTS!!! Thank you #uvealwaysgotmybackLOL,” tulis penyanyi berusia 23 tahun tersebut dalam kolom keterangannya.

Lagu yang ia nyanyikan tersebut, merupakan racikan dari sang kekasih yang juga seorang DJ ternama, Calvin Harris. Rita tampaknya bangga sekali dengan apa yang berhasil ia raih selama beberapa bulan belakangan ini.

Namun, soal foto telanjang yang ia unggah kali ini, Rita bisa dikatakan masih kalah dengan sejumlah penyanyi lain yang menunjukan pose yang lebih berani untuk merayakan sebuah kemenangan atau pun sekedar after party. (sumber)
Selasa, Mei 13, 2014 | 0 komentar | Read More

Ayah rela jual ginjal buat sekolah, anak malah kabur sama duda

Sugiyanto (40) kebingungan kemana lagi harus mencari anaknya Shara Meylanda Ayu (20). Tanpa pesan, mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta hilang tanpa jejak, dugaan sementara dia dibawa oleh pacarnya ke Pangkal Pinang, Bangka.

"Dua minggu tidak ada kemajuan (lapor) di Polres Depok, akhirnya saya ke Polda Metro dan sempat ke Mabes juga. Dari penyidik Polda, saya dapat informasi kalau anak saya ada di Bangka Belitung," kata Sugiyanto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/5).

Dari pengakuan temannya, Shara membawa ransel saat hendak pergi. Laptop yang ditinggal Shara kemudian diselidiki. Didapatlah informasi dan foto kalau Shara tengah mesra dengan duda bernama Aan yang tinggal di Bangka.

"Saya sudah pernah sekali bertemu Aan. Saya duga Ayu bersama Aan di Bangka. Aan juga mengaku dulu sempat memiliki istri dan punya anak," lanjut Sugiyono.

Ini juga diperkuat penyelidikan polisi yang melihat facebook Shara. Di jejaring itu Shara mengaku berada di Pangka Pinang kepada temannya.

"Saya sebulan ini tidak lagi menjahit. Saya sibuk cari Ayu. Tanpa Ayu, saya tidak semangat hidup. Saya tidak bisa tidur nyenyak," kata Sugiyanto.

Masih lekang dalam ingatan Sugiyono betapa dia berjuang untuk menebus ijazah anaknya yang ditahan beberapa waktu lalu oleh Pondok Pesantren Al Asriyah Nurul Iman, Parung.

Saat itu bersama Shara mereka rela berdiri kepanasan sembari membawa poster yang berisi penawaran ginjal untuk menebus ijazah.

"Jangankan ginjal, jantung pun saya jual jika ada yang mau. Demi anak saya, saya rela mati," kata lelaki yang bekerja sebagai penjahit ini.

Dia tentu tidak ingin perjuangan dia untuk anaknya sia-sia. Dia ingin putrinya kembali dengan selamat.

Sugiyanto telah melaporkan kehilangan Ayu ke Polres Depok dengan nomor laporan 193/VI/2014/PMJ/Res kota Depok. Sugiyanto warga Kp Sukatani RT 010 RW 002 Kel Tegal Alur Kec Kali Deres ini melaporkan Ayu yang hilang pascapamit berangkat ke kampus 10 April 2014 lalu.

Ciri-ciri Ayu yakni tinggi 156 cm, berat 55 kg, badan gemuk, kulit sawo matang, jilbab, dan ada tahi lalat di leher tengah. (sumber)
Selasa, Mei 13, 2014 | 0 komentar | Read More

Desa Dengan Penduduk Yang Bisa 'Meleleh' Jika Kena Sinar Matahari!

Alergi terkena sinar matahari merupakan hal yang sering ditemui. Namun bagaimana jadinya jika kita meleleh setiap kali terkena sinar matahari? Memang tak mungkin rasanya, tapi ini lah yang terjadi di sebuah desa di Brazil bernama desa Araras.

Desa Araras di Sau Paulo, Brazil, memiliki populasi terbesar di mana penduduknya terkena penyakit kulit yang cukup lama bernama xeroderma pigmentosum (XP). Kondisi ini bersifat turun-temurun dan membuat korbannya sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet matahari.

Orang yang menderita XP menjadi sangat rentan terhadap kanker kulit dan tidak dapat memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh sinar matahari, yang membuat kulit mereka kemerahan, mentah dan tak sedap dipandang, seperti dikutip Daily Mail.

Karena Araras merupakan desa yang bergantung pada komunitas petani tropis, maka pekerjaan di luar ruangan pun tak bisa dihindari. Kebanyakan penduduknya terpaksa harus menghabiskan waktu berjam-jam di luar ruangan dan bertahan di bawah sinar matahari yang menusuk.

Dari 800 penduduk, sekitar 20 orang menderita penyakit ini, salah satunya adalah seorang pria berusia 38 tahun bernama Antonio Jardim yang telah menderita penyakit ini selama beberapa tahun. “Aku selalu terekspos matahari, bekerja, bercocok tanam, bertani, dan merawat sapi. Seiring waktu berlalu, kondisiku semakin parah,” tuturnya.

Jardim sendiri telah mengalami gejala penyakit ini saat umurnya 9 tahun, dan mulai tumbuh bercak-bercak dengan ukuran tak wajar dan benjolan di wajahnya. Sayangnya, ia tak bisa melindungi tubuhnya dan membuat penyakitnya semakin parah.

Penyakit ini bahkan telah ‘melahap’ kulit bibir, hidung, pipi, dan mata Jardim. Penyakit inipun tidak hanya menyerang kulit. Sekitar satu dari lima pasien juga menderita kejang otot, tuli, dan lambatnya pertumbuhan.

Kini untuk mecegah timbulnya penyakit tersebut, warga pun berusaha untuk berhati-hati mungkin saat ke luar rumah di siang hari, seperti memastikan telah menggunakan baju lengan panjang, masker, dan bahkan sebisa mungkin hanya keluar di malam hari. (sumber:dreamers/yahoo/dailymai)
Selasa, Mei 13, 2014 | 0 komentar | Read More

ARTIS LUAR

Artis Lokal